MOTM Pertandingan Mesir vs Pantai Gading. Mohamed Salah dinobatkan sebagai Man of the Match dalam kemenangan dramatis Mesir 3-2 atas Pantai Gading di perempat final Piala Afrika 2025 pada 10 Januari 2026 di Stade Adrar, Agadir. Kapten Pharaohs ini tampil luar biasa dengan satu gol penentu, satu assist, dan pengaruh besar sepanjang 90 menit plus injury time. Penampilannya menjadi kunci utama Mesir lolos ke semifinal menghadapi Senegal, sekaligus mengakhiri perjuangan Pantai Gading sebagai juara bertahan. Di tengah laga penuh tekanan dan gol-gol cepat, Salah sekali lagi membuktikan mengapa dia tetap menjadi pemain paling berpengaruh di sepak bola Afrika saat ini. INFO GAME
Kontribusi Langsung Gol dan Assist: MOTM Pertandingan Mesir vs Pantai Gading
Salah membuka jalan kemenangan Mesir sejak awal. Di menit ke-32, dia mengirim umpan silang akurat dari sepak pojok yang langsung disundul Rami Rabia untuk gol kedua Mesir. Assist itu menunjukkan visi dan ketepatan umpan yang sulit ditandingi. Kemudian di babak kedua, tepatnya menit ke-52, Salah mencetak gol ketiga sendiri setelah menerima umpan terobosan Emam Ashour. Dia melewati satu bek sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang keras ke sudut bawah gawang. Gol ini membuat skor menjadi 3-1 dan seolah mematikan semangat comeback Pantai Gading untuk sementara. Selain dua kontribusi langsung tersebut, Salah juga terlibat dalam hampir setiap serangan berbahaya Mesir, menciptakan ruang bagi Omar Marmoush dan pemain lain di lini depan.
Performa Keseluruhan dan Kepemimpinan di Lapangan: MOTM Pertandingan Mesir vs Pantai Gading
Selain statistik gol dan assist, Salah menunjukkan pengaruh menyeluruh sepanjang pertandingan. Dia memenangkan banyak duel satu lawan satu, berhasil dalam dribel di area berbahaya, dan memberikan tekanan tinggi ketika timnya membutuhkan penguasaan bola. Di babak kedua saat Pantai Gading mendominasi penguasaan dan mencoba mengejar skor, Salah tetap tenang mengatur tempo, membantu tim mundur teratur, dan memimpin pressing dari depan. Ketenangannya di bawah tekanan terlihat jelas ketika Mesir bertahan mati-matian di menit-menit akhir setelah Pantai Gading menyamakan kedudukan menjadi 3-2. Rating tertinggi yang diberikan analis pertandingan mencerminkan bahwa Salah tidak hanya menonjol di momen krusial, tapi juga konsisten dari menit pertama hingga peluit panjang.
Dampak pada Tim dan Turnamen
Penobatan Salah sebagai MOTM bukan sekadar penghargaan individu, tapi juga bukti kepemimpinan yang dia bawa ke tim. Di usia 33 tahun, dia tetap menjadi pusat serangan dan motivator utama di ruang ganti. Kemenangan ini membuat Mesir melaju ke semifinal dengan moral tinggi, sementara performa Salah meningkatkan kepercayaan diri skuad secara keseluruhan. Bagi Pantai Gading, kekalahan ini menyakitkan karena mereka sempat mendominasi statistik seperti penguasaan bola dan jumlah tembakan, tapi tidak mampu menembus pertahanan yang dipimpin Salah secara taktis dan mental. Gol dan assist Salah di laga ini juga menambah catatan impresifnya di Piala Afrika, semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda turnamen. Semifinal melawan Senegal akan menjadi ujian berikutnya, dan fans Mesir yakin Salah akan kembali menjadi penentu.
Kesimpulan
Mohamed Salah layak menjadi Man of the Match dalam kemenangan Mesir 3-2 atas Pantai Gading berkat satu gol krusial, satu assist akurat, dan pengaruh menyeluruh yang menjaga tim tetap kompetitif sepanjang laga. Penampilannya menegaskan peran pentingnya sebagai kapten dan pemimpin di momen-momen besar. Kemenangan ini membawa Mesir selangkah lebih dekat ke final, sementara Pantai Gading harus menerima akhir pahit perjalanan mereka sebagai juara bertahan. Dengan performa seperti ini, Salah sekali lagi membuktikan bahwa di level tertinggi sepak bola Afrika, pengalaman, kualitas, dan mental juara tetap menjadi faktor penentu. Mesir kini punya alasan kuat untuk optimis menghadapi tantangan semifinal.