Haaland dan Guardiola Alami Perbedatan Usai Kemenangan City. Malam Sabtu, 29 November 2025, Etihad Stadium menjadi saksi kemenangan dramatis Manchester City atas Leeds United dengan skor 3-2, berkat dua gol Phil Foden—termasuk gol penentu di menit ke-90. Kemenangan ini mengangkat City ke peringkat kedua Premier League dengan 28 poin, hanya terpaut empat poin dari pemimpin Arsenal. Namun, sorotan utama bukan gol-gol itu, melainkan perdebatan sengit antara Erling Haaland dan Pep Guardiola tepat setelah peluit akhir. Haaland, yang tampil tanpa gol untuk ketiga laga berturut-turut meski sudah cetak 14 gol musim ini, terlihat frustrasi berat. Guardiola, sambil merangkul pinggang striker Norwegia itu dengan kedua tangan, terlihat berbicara panjang lebar. Meski berakhir dengan senyuman, insiden ini langsung viral dan picu spekulasi soal dinamika internal City di tengah perburuan gelar yang semakin ketat. INFO SLOT
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama: Haaland dan Guardiola Alami Perbedatan Usai Kemenangan City
Babak pertama langsung panas. Leeds unggul lebih dulu di menit ke-15 lewat sundulan Crysencio Summerville dari umpan sudut, memanfaatkan kelengahan pertahanan City. Tapi Foden langsung balas di menit ke-22 dengan tendangan keras dari luar kotak penalti, memanfaatkan umpan Rodri yang brilian. Skor 1-1 hingga turun minum terasa adil, meski City mendominasi penguasaan bola hingga 62 persen. Leeds, di bawah arahan Daniel Farke, tampil ganas di counter-attack, dengan Georginio Rutter nyaris cetak gol kedua di menit ke-38 yang digagalkan Ederson dengan penyelamatan gemilang. Babak kedua, Leeds balik unggul di menit ke-55 lewat penalti Wilfried Gnonto setelah pelanggaran John Stones. City tekan balik, tapi peluang Haaland—satu-satunya tembakannya di menit ke-88—melebar tipis. Foden selamatkan timnya dengan gol voli di injury time, ciptakan xG 2.1 untuk City lawan 1.4 Leeds. Kemenangan ini perpanjang rekor City tak kalah di kandang jadi 18 laga, tapi Haaland jadi pusat perhatian karena performa sepi.
Insiden Perdebatan Haaland-Guardiola yang Viral: Haaland dan Guardiola Alami Perbedatan Usai Kemenangan City
Langsung setelah peluit akhir, kamera tangkap momen panas: Haaland berdiri sendirian di tengah lapangan, menghindari jabat tangan dengan pemain lawan, tatapannya ke bawah penuh kekecewaan. Guardiola mendekat, pegang pinggang Haaland dengan kedua tangan, dan bicara intens sambil gerakkan tangan kanan—seolah menekankan poin penting. Haaland awalnya menghindar kontak mata, tapi akhirnya balas bicara dengan nada tinggi sebelum pelatih itu peluknya dua kali. Video berdurasi 20 detik itu langsung viral di media sosial, dengan jutaan views dalam sejam. Fans spekulasi soal friksi taktik, terutama karena Haaland minim sentuhan bola (hanya 18 kali) dan gagal capai 100 gol Premier League-nya di laga ini. Guardiola, yang dikenal perfeksionis, tampak berusaha tenangkan anak asuhnya, tapi gestur pegangan pinggang itu bikin banyak yang anggap terlalu “paternalistik”.
Penjelasan Guardiola: Soal Istirahat, Bukan Konflik
Dalam konferensi pers pasca-laga, Guardiola langsung redam spekulasi. “Kami hanya bicara soal istirahat,” katanya santai. “Ia punya tubuh besar, menit bermain terus-menerus. Pada momen tertentu, Anda harus segar—bukan cuma kaki, tapi juga kepala.” Guardiola jelaskan Haaland butuh rotasi karena jadwal padat, termasuk kekalahan dari Newcastle dan Leverkusen minggu lalu. “Ini bukan argumen, tapi diskusi. Erling tahu saya sayang dia, dan dia paham tekanan ini normal.” Haaland sendiri posting di Instagram: “Hari ini tidak mudah, tapi kami tak pernah menyerah!”—tanpa sebut insiden itu. Analis bilang ini cerminan dinamika Guardiola: tegas tapi mendukung, seperti saat ia “keras” dengan Haaland sebelumnya untuk dorong performa. Insiden ini justru ingatkan betapa bergantungnya City pada striker 25 tahun itu, yang meski off-day, tetap top scorer liga.
Kesimpulan
Perdebatan Haaland-Guardiola usai kemenangan dramatis atas Leeds jadi momen ikonik yang tunjukkan sisi manusiawi Manchester City di balik dominasi mereka. Bukan tanda retak, tapi bukti ikatan kuat antara pelatih dan pemain di tengah tekanan gelar. Dengan City kini cuma empat poin dari Arsenal, insiden ini bisa jadi pemicu positif—Haaland haus gol ke-100 lawan Fulham Selasa nanti, sementara Guardiola fokus rotasi untuk jaga stamina. Musim Premier League 2025/26 masih panjang, tapi dinamika seperti ini yang bikin City beda: tak sempurna, tapi tangguh. Bagi fans, ini pengingat bahwa di balik gol dan trofi, ada emosi mentah yang bikin sepak bola begitu adiktif.