Mbappe Berhasil Samai Rekor Ronaldo di Champions League. Pertandingan melawan Monaco menjadi malam spesial bagi Mbappé. Ia membuka skor di menit kelima dengan tendangan melengkung akurat dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan Valverde. Gol keduanya lahir dari umpan silang rendah Vinicius Jr, di mana Mbappé menyelesaikan dengan tenang di kotak kecil. Dua gol itu membawa totalnya menjadi 11 di Liga Champions musim ini, menyamai catatan Ronaldo yang mencetak 11 gol dalam enam laga grup pada 2015/2016. Ronaldo saat itu membantu Madrid juara, dan Mbappé kini berada di jalur serupa dengan performa memukau. Brace ini juga menambah tally keseluruhannya menjadi 32 gol dalam 27 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya pusat serangan Madrid yang tak tergantikan. MAKNA LAGU
Brace Gemilang Melawan Monaco: Mbappe Berhasil Samai Rekor Ronaldo di Champions League
Mbappé tampil dominan sejak peluit awal. Gol pertamanya menunjukkan kelas finishing-nya: kontrol bola sempurna lalu tendangan melengkung ke sudut bawah. Gol kedua lahir dari kerja sama apik dengan Vinicius, di mana ia berlari ke ruang kosong dan menyelesaikan dengan dingin. Sepanjang babak pertama, Mbappé terus mengancam dengan kecepatan dan posisi cerdas. Ia juga terlibat dalam build-up serangan Madrid yang menghasilkan gol-gol lain. Monaco, yang bermain dengan intensitas tinggi di awal, kewalahan menghadapi kecepatan dan ketajaman Mbappé. Performa ini membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik laga, meski malam itu juga diwarnai penampilan brilian Vinicius Jr. Brace melawan Monaco punya makna ekstra karena itu klub asal Mbappé, menambah emosi dan motivasi dalam pencapaian rekor.
Penyamaan Rekor Ronaldo dan Maknanya: Mbappe Berhasil Samai Rekor Ronaldo di Champions League
Ronaldo mencetak 11 gol dalam enam laga grup pada 2015/2016, rekor yang bertahan hampir satu dekade untuk fase awal kompetisi. Mbappé menyamai itu dalam format fase liga baru, di mana ia melewatkan satu laga tapi tetap mencapai angka yang sama. Prestasi ini melampaui catatan terbaik Lionel Messi di fase grup/liga dan menempatkan Mbappé sebagai salah satu pencetak gol tercepat di sejarah kompetisi. Dengan 11 gol, Mbappé memimpin daftar top scorer Liga Champions musim ini, unggul lima gol dari pesaing terdekat. Rekor ini juga menandai pertama kalinya Mbappé mencapai double digit gol di satu musim Liga Champions, membuktikan adaptasinya sempurna di Madrid. Ronaldo sendiri memegang rekor musim tunggal dengan 17 gol pada 2013/2014, dan Mbappé kini punya peluang mengejarnya dengan sisa pertandingan yang masih panjang.
Dampak bagi Madrid dan Prospek Mbappé
Kemenangan telak atas Monaco memperkuat posisi Madrid di papan atas klasemen fase liga, mendekatkan mereka ke lolos langsung ke 16 besar. Mbappé menjadi katalisator utama, memberi tim keunggulan skor cepat dan stabilitas serangan. Dengan performa seperti ini, Madrid punya senjata mematikan di lini depan, terutama saat Vinicius dan pemain lain juga on fire. Mbappé kini jadi kandidat kuat Ballon d’Or berkat kontribusi golnya yang konsisten. Ia juga membuka peluang memecahkan rekor Ronaldo musim tunggal jika terus tajam di knockout. Prestasi ini membungkam keraguan awal adaptasinya di Madrid dan menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini.
Kesimpulan
Mbappé memang berhasil menyamai rekor Ronaldo di Liga Champions dengan 11 gol dalam enam laga fase awal. Brace melawan Monaco bukan hanya dua gol biasa, melainkan bukti ketajaman dan mental juaranya di panggung besar. Rekor ini menempatkan Mbappé di level elit bersama Ronaldo, sekaligus memberi motivasi untuk mengejar prestasi lebih tinggi. Madrid beruntung punya penyerang seperti dia yang bisa mengubah pertandingan kapan saja. Dengan performa konsisten ini, Mbappé siap membawa tim ke trofi dan mungkin memecahkan rekor lain di sisa musim. Sepak bola terus menyaksikan generasi baru menyaingi legenda, dan Mbappé sedang menulis babaknya sendiri dengan cara spektakuler.