Persikad vs Persekat Sengit di Indonesia Championship. Pertandingan sengit antara Persekat Tegal dan Persikad Depok berakhir tanpa pemenang dalam laga pekan ke-18 Grup A Pegadaian Championship 2025/2026. Duel yang berlangsung di Stadion Trisanja, Tegal, pada Kamis (29/1/2026) sore berakhir dengan skor 0-0, menyajikan pertarungan keras di mana kedua tim sama-sama berjuang mati-matian untuk poin berharga di tengah ancaman zona degradasi. INFO SAHAM
Drama Kartu Merah dan Ketangguhan Bertahan: Persikad vs Persekat Sengit di Indonesia Championship
Pertandingan langsung berjalan alot sejak menit awal. Persekat sebagai tuan rumah berusaha mendominasi dengan memanfaatkan dukungan suporter di kandang sendiri, tapi Persikad tampil disiplin dalam bertahan. Babak pertama berakhir tanpa gol meski ada beberapa peluang dari kedua kubu, termasuk tendangan jarak jauh dan sundulan yang masih melenceng.
Puncak ketegangan terjadi di babak kedua ketika wasit mengeluarkan kartu merah untuk seorang pemain Persikad—akibat akumulasi kartu kuning setelah pelanggaran keras. Persikad pun harus bermain dengan 10 orang sejak menit-menit akhir babak kedua. Persekat langsung menekan habis-habisan, menciptakan serangkaian serangan dan peluang emas, termasuk tembakan yang membentur tiang gawang dan penyelamatan krusial dari kiper Persikad. Namun, lini belakang Serigala Margonda tetap kokoh, berhasil menahan gempuran hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-0 pun bertahan, menjadi hasil yang cukup mengecewakan bagi tuan rumah yang unggul jumlah pemain.
Dampak Besar bagi Posisi Klasemen: Persikad vs Persekat Sengit di Indonesia Championship
Hasil imbang ini membuat kedua tim tetap berada di papan tengah-bawah Grup A. Persikad Depok kini mengumpulkan 22 poin dari 18 pertandingan, berada di posisi ke-7 dengan selisih gol minus 5. Mereka berhasil menjaga jarak aman dari zona playoff degradasi, tapi momentum bangkit setelah kekalahan sebelumnya terhenti. Pelatih Persikad patut diapresiasi karena mampu mengatur strategi bertahan yang solid meski kehilangan satu pemain.
Sementara Persekat Tegal tertahan di peringkat ke-9 dengan 18 poin dari 18 laga, selisih gol minus 10. Meski unggul jumlah pemain sepanjang paruh kedua, mereka gagal memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan krusial. Hasil ini membuat Persekat semakin dekat dengan ancaman playoff degradasi ke Liga 3, terutama setelah gagal mengejar tim di atas mereka seperti PSPS Pekanbaru. Tekanan kini semakin berat bagi skuad asuhan pelatih mereka untuk meraih hasil positif di laga-laga sisa.
Pertarungan Sebelumnya dan Harapan ke Depan
Ini bukan pertemuan pertama musim ini. Pada November 2025, Persikad berhasil membungkam Persekat dengan skor telak 3-0 di kandang sendiri—sebuah kekalahan yang masih membekas bagi tim asal Tegal. Laga kali ini jadi ajang balas dendam yang tak sempurna bagi Persekat, tapi setidaknya mereka berhasil mengamankan satu poin berharga di kandang.
Kedua tim kini punya pekerjaan rumah masing-masing. Persikad perlu memanfaatkan ketangguhan bertahan ini untuk mencuri poin di laga tandang berikutnya, sementara Persekat harus segera menemukan cara membongkar pertahanan lawan agar tak semakin terperosok. Dengan kompetisi masih panjang, setiap poin sangat berarti di grup yang kompetitif ini.
Kesimpulan
Duel Persekat vs Persikad kali ini benar-benar sengit dan penuh drama, dari kartu merah hingga tekanan habis-habisan di akhir laga. Hasil 0-0 mencerminkan perjuangan dua tim yang sama-sama haus poin tapi saling mengunci. Bagi Persikad, ini poin berharga yang menjaga asa lolos dari bahaya degradasi. Bagi Persekat, ini pelajaran berharga bahwa unggul jumlah pemain tak selalu berarti menang jika finishing kurang tajam. Sepak bola Liga 2 memang tak pernah mudah—setiap pertandingan bisa jadi penentu nasib.